Cut Noosy Keumalafajri, Petakan Kekuatan & Kelemahan

Tak kenal, maka tak sayang. Untuk itulah, setiap orang harus mengenali dulu dirinya agar tidak salah mengambil langkah. Ini juga yang dilakukan Cut Noosy Keumalafajri, Technical Advisor ICT Services, PT. Vads Indonesia.

“Dari dulu saya sudah memetakan kekuatan dan kelemahan saya. Ketika saya sudah tahu kekuatan dan kelemahan saya itu, saya berusaha terus untuk belajar,” katanya.

Memang ada beberapa hal yang dilakukan dengan “learning by doing”. Tapi, ia membutuhkan strategi jitu untuk memajukan perusahaan jika ingin mencapai level tertinggi. Satu hal yang sulit diraih jika hanya memikirkan aspek operasional.

Soal ini, Cut Noosy punya dua senjata andalan, yakni memahami tentang pemasaran dan kedua tentang keuangan karena dua hal ini memang sangat erat kaitannya. Inilah yang membuatnya tergerak untuk kuliah lagi.

“Saya berhasil mendapatkan beasiswa MBA (Master of Business Management) dengan menjadi pemenang dalam Kompetisi Wanita Karier BII-Femina tahun 2012. Di situ saya belajar banyak mengenai marketing dan strategic,” katanya.

Untuk merengkuh sukses, alias tetap berkualitas dan mahal, ia punya dua resep mujarab. Pertama, jangan pernah malu untuk belajar dan bertanya. Bahkan dengan orang yang jabatannya lebih rendah sekalipun. Itulah kenapa dia selalu terbuka dan mengajak bawahannya untuk mau bekerja dan belajar bersama.

Kedua, harus berani dan mau keluar dari zona nyaman. Pilihan ini bagi sebagian orang memang berat. Ia mencontohkan betapa sulitnya menjalani rotasi posisi semasa masih meniti karier di XL Axiata. Apalagi, kompetensi harus dipertajam. Meski sudah di level eksekutif, ia sadar harus tahu segala hal secara rinci.

“Itu jalan untuk kita naik ke satu level lagi. Meski rotasi itu keinginan perusahaan, saya tetap ingin membangun diri agar bisa memberi yang terbaik yang saya punya,” ujarnya.

Cut Noosy mengawali karier di Motorola sebagai radio planning engineer di tahun 2001. Dua tahun berselang, ia memutuskan hijrah ke XL Axiata, di mana dia mengalami beberapa rotasi jabatan, mulai dari bagian network, network operation manager, customer analytic manager, GM International Customer Experience (ICE) customer analytic, GM Customer Service, hingga VP Service Partnership.

Ia memutuskan keluar dari XL untuk kuliah lagi setelah meraih beasiswa MBA di Prasetya Mulya Business School. Selulus tahun 2014, ia bergabung bersama TM Malaysia cabang Indonesia bernama PT. Vads Indonesia sebagai Technical Advisor ICT Services hingga sekarang.

“Pekerjaan saya banyak berhubungan dengan IT dan service. Saya harus belajar seluk-beluk IT dan fungsinya. Saya juga harus mampu meng-handle orang banyak, mengatur strategi, dan melihat/membaca pasar,” ujar dia. (Reportase: Putri Wahyuni)

Source : http://swa.co.id/profile/cut-noosy-keumalafajri-petakan-kekuatan-kelemahan

*) Cut Noosy Keumalafajri, Teknik Elektro 96

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2017 Forum Alumni Universitas Telkom

Log in with your credentials

Forgot your details?