Hidup adalah pilihan, dan selalu ada konsekuensi dari setiap pilihan yang kita tentukan. Daru Dewayanto merasakan betul betapa proses memilih dalam kehidupan ini tidak selalu datang di saat awal-awal membangun karir. Pria berusia 40 tahun itu mengubah haluan ketika sudah menjalani karir di bidang telekomunikasi selama kurang lebih 15 tahun.

Ayah tiga anak yang hobi olahraga ini kemudian menekuni profesi sebagai professional business coach. Banting stir yang dilakukan Daru tidak main-main karena kini dia memegang dua gelar tertinggi dalam coaching, yaitu PCC (Professional Certified Coach dari ICF) dan ECPC (Erickson Certified Professional Coach dari Erickson Coaching International).

“Alhamdulillah bulan Februari tahun ini saya mendapatkan penghargaan international sebagai 100 Best Global Coaching Leader oleh organisasi HR international di Mumbai India,” ungkapnya kepada redaksi FAST Stories, belum lama ini.

Prestasi yang diraih tidak hanya ditujukan kepada Daru sebagai pribadi, tetapi perusahaan yang dia pimpin yakni Hijrah Coach kini merupakan satu-satunya professional coach di Indonesia yang diakreditasi oleh tiga lembaga coaching dunia, yaitu ICF (International Coach Federation), Erickson Coaching International, dan WABC (Worldwide Association of Business Coaches). Hal ini merupakan manifestasi keseriusannya ketika memutuskan beralih haluan ke professional coach.

Jika ditarik ke masa lalu, dunia bisnis bukanlah hal baru bagi alumnus STT Telkom (sekarang Telkom University) angkatan 14 tahun 1995 itu. Sebelum melanjutkan studi S2 Strathclyde University, UK dan melanglangbuana di sejumlah perusahaan telekomunikasi, Daru sempat memulai beberapa bisnis seperti EO seminar dan training.

“Saya mengalami titik balik ketika masih bekerja sebagai expatriat di perusahaan telekomunikasi besar dunia, dan berlokasi di Doha, Qatar. Tahun 2008 saya di-recruit sebagai professional dan expert di area product & marketing, dan pindah  ke Doha,” kenang Daru yang ketika di S1 mengambil jurusan Teknik Elektro.

Lebih lanjut dia menceritakan, kepindahan tersebut awalnya disyukuri sebagai lompatan karir dan income yang luar biasa, tapi ternyata justru merupakan perjalanan ‘transformasi hidup’, terutama spiritual, yang membawa perubahan besar dalam hidup dan berujung pula kepada profesi sebagai professional business coach.

“Perjalanan spiritual tersebuat saya sangat syukuri dan sangat berkesan karena telah merubah cara pandang, motivasi, dan kebiasaan dalam menjalani kehidupan serta memahami arti dan tujuan hidup, yang saya maknai sebagai hijrah,” sambung pria yang semasa mahasiswa aktif di Mobile Communication Laboratory dan UKM Tennis.

Menurut Daru, profesi sebagai professional business coach adalah profesi yang akan tumbuh berkembang lebih besar dari saat ini. Ini adalah profesi dan bisnis yang menjanjikan untuk para professional atau business owner yang menginginkan kehidupan kaya hati dan ilmu, dan dapat banyak membantu sesama.

“Dan Hijrah Coach membuka kesempatan untuk Anda yang tertarik menjalani profesi atau memiliki bisnis dengan membuka firma business coaching, sebagai partner kami,” kata dia.

Hijrah Coach sendiri, sebutnya, saat ini ada di dua kota yaitu Jakarta dan Surabaya, dengan empat firma (cabang) aktif, dan total tujuh orang associate coach. Lima tahun ke depan Daru menargetkan Hijrah Coach menjadi Global brand. Memiliki jangkauan dan representative di sepuluh negara, dengan masing-masing negara terdapat setidaknya lima firma, dengan 250 associate coach, di seluruh dunia.

“Hal itu adalah bagian dari perjalanan untuk mencapai visi kami di Hijrah Coach yakni mencetak satu juta wirausaha sukses bisnis di jalan Allah, yang dapat menjadi penggerak ekonomi dunia, dan dapat mengembalikan lagi kejayaan Islam,” bebernya.

Daru mengemukakan, bidang yang saat ini digeluti yaitu coaching merupakan doa yang dipanjatkan kepada Allah saat proses hijrah-nya berlangsung. Saat itu dia ingin diberikan jalan untuk memiliki pekerjaan atau profesi dimana dia dapat terlibat langsung membantu orang. Setelah memutuskan untuk resign dari pekerjaan di industri telekomunikasi, proses pencarian profesi baru itu berujung dunia coaching yang saat ini dia cintai dan dijalankan dengan penuh passion.

“Sebagai professional coach, banyak habit penting yang berhubungan dengan personal development, yang saya bangun selama lima tahun belakangan ini. Namun ada dua habit penting yang akan menjadi prioritas saya bahkan dalam 3-4 tahun ke depan, yaitu menulis dan membaca. Dalam dunia coaching, saya masih jauh dari kata sukses. Karena ukuran suksesnya adalah bagaimana saya dapat mencapai visi saya, mencetak 1juta pemilik bisnis sukses sebagai global entrepreneur,” papar Daru.

Dia mengaku, keilmuan dari mata kuliah selama di STT Telkom/Telkom University saat ini tidak terlalu dipakai, namun ilmu kehidupan sejak kuliah akan sangat bermanfaat sampai akhir hayat, begitupun ketika kuliah S2 di luar negeri.

Beginya, almamater Telkom University memiliki potensi yang sangat besar. Namun saat ini belum terlihat. Diperlukan waktu yang lebih dan niat untuk lebih menjadi kompak dan saling bantu sehingga manfaatnya dapat lebih dirasakan.

“Saya berharap memiliki dan membangun jaringan serta komunitas bisnis dan entrepreneur untuk semua alumni. Untuk ini, saya dan Hijrah Coach siap support dalam rangka menuju visi kami, insya Allah,” harapnya.

Terakhir, dia pun berpesan kepada para alumni maupun mahasiswa Telkom University untuk menggali dan menemukan potensi sedini mungkin. “Bangun kehidupan dan mental yang sehat dengan olahraga, selalu mohon petunjuk dan bantuan Allah di perjalanan menuju impian anda, sukses akhirat,” tutupnya.

#AlumniStories
#FAST4Indonesia
#LebihDekatLebihManfaat

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2017 Forum Alumni Universitas Telkom

Log in with your credentials

Forgot your details?