Pulau Pramuka (28/9) – FAST bersama Green Smile mengadakan kegiatan membersihkan sampah di Pulau Pramuka dengan judul Spirit of Thalassa. Dengan maksud menebarkan pesan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan laut, acara ini pun mengambil nama Dewi Thalassa dari kebudayaan Yunani yang bertugas menjaga laut sebagai judul acara. Acara ini terselenggara dengan sukses pada hari Sabtu (28/9/13) di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Dimana ratusan volunteer dan warga setempat terjun membersihkan Pulau Pramuka. Acara ini merupakan puncak dari aksi Spirit of Thalassa yang terus digerakkan selama sebulan terakhir.

Dari Jakarta sendiri, ada 700 sukarelawan yang ikut dalam acara ini. Mereka berasal dari teman-teman mahasiswa seperti Universitas Indonesia, Universitas Telkom, Universitas Atma Jaya, President University, berbagai komunitas seperti Sahabat Pulau dan Hi Lo Green Community serta penyelam profesional.
Sobat Green ini bergabung dengan adik-adik pelajar di Pulau Pramuka. Dalam aksi ini, ikut juga dua selebritis pecinta lingkungan, Rianti Cartwright dan Nugie.

Karena banyaknya peserta, keberangkatan ke Pulau Pramuka dilakukan dari beberapa dermaga di Ancol dan Tanjung Priok. Total, ada empat kapal yang disediakan untuk acara ini, yakni KM Alugara dari KPLP, KM 224 milik BASARNAS serta KM Singa Laut dan KM Bintang Laut dari Bakorkamla.

Screen Shot 2014-09-29 at 10.04.32 AM

Dari Jakarta, para peserta mulai berkumpul di dermaga yang telah ditentukan sesuai kelompoknya sejak pukul 06.00 WIB. Pagi memang, tapi demi lingkungan, para Sobat Green tetap antusias. Apalagi, udara pagi itu sejuk banget. Sedikit mendung, tapi hangatnya sinar matahari masih terasa.

Setelah semuanya berkumpul di dermaga masing-masing, kapal kemudian bertolak ke Pulau Pramuka pukul 07.00 WIB dan menempuh perjalanan sekitar dua jam. Setelah menikmati deburan ombak, Sobat Green dan awak media tiba di dermaga Pulau Permuka. Di alun-alun, sudah ada panggung besar sebagai pusat kegiatan Spirit of Thalassa.

Nugie, Rianti serta beberapa undangan, seperti Presiden Forum Alumni Universitas Telkom (FAST) Henry Christiadi dan Laksamana Pertama TNI Dadang Irawan selaku pembina Green Smile juga ada di sana. Sekitar pukul 10.30 WIB, setelah semua berkumpul, para sukarelawan, baik yang dari Jakarta maupun dari Pulau Pramuka, langsung bertolak ke lokasi pembersihan pantai, bersama-sama dengan Nugie, Rianti, Pak Dadang dan Mas Henry.

Sampai di lokasi, yang jaraknya hanya beberapa meter dari lokasi berkumpul, semuanya langsung terjun ke pantai. Tanpa basa-basi, semuanya bersemangat memunguti sampah yang ada di sekitar pantai. Demi kebersihan pantai, mereka nggak peduli harus basah-basahan dan berkotor-kotor. Semua sampah disapu bersih. Rianti dengan gesit mengambil sampah, terutama plastik-plastik bekas pembungkus sabun, pembungkus makanan instan hingga botol-botol minuman.

Nugie tak mau menyerah saat menemukan karung bekas yang sudah tertimbun pasir di dasar pantai. Penyanyi kelahiran Jakarta itu dengan gigih menggali dan menariknya. Setelah berhasil, ia menarik nafas lega dan memamerkannya, sebelum membuangnya ke tempat sampah.

Kegigihan juga ditunjukkan pasukan Green Smile. Mereka menyisir pinggir pantai Pulau Pramuka, mencari sampah-sampah yang berserakan dan membuangnya ke tempat sampah.

996852_10151875334388498_1632139812_n

Dengan terjun langsung membersihkan sampah di pinggir pantai, Rianti melihat sendiri bahwa sampah yang dibuang masyarakat di darat akhirnya berdampak juga kepada kehidupan laut dan sekitarnya. Sampah-sampah yang ada di Pulau Pramuka dan pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu sebagian diantaranya merupakan sampah dari darat yang terbawa aliran air sungai menuju ke laut. “Acara ini bisa meningkatkan kesadaran tentang bahaya sampah bagi lingkungan kita dan berguna bagi penduduk di Kepulauan Seribu. Jadi aku sangat senang dan bangga bisa berpartisipasi, biarpun kontribusi aku cuma sedikit,” katanya usai acara.

Hal yang sama juga dirasakan Nugie. Penyanyi yang sering mengangkat tema alam dalam lagu ciptaannya itu berharap agar masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap sampahnya masing-masing.

1381942_10151876961753498_1616687938_n

“Sampahnya mirip-mirip dengan apa yang ada di darat. Yang menyedihkan, sampah-sampah ini bisa sampai di laut. Yang dominan itu sampah plastik dari makanan instan. Secara tidak langsung, kehidupan modern mendorong hal ini, mulai dari bungkus makanan, botol, dan lainnya. Ini adalah hasil kegiatan kita sehari-hari.”

“Orang-orang makin malas membawa barang sendiri seperti botol minum yang bisa digunakan berkali-kali, makanan dari rumah. Mereka lebih suka membeli di jalan dan kemasannya menumpuk menjadi sampah. Padahal apa yang nggak praktis itu sebenarnya bagus untuk alam. Kita harus bisa hidup berdampingan dengan alam. Semoga kegiatan seperti ini nggak sekedar seremonial,” kata pria yang sekarang menjadi drummer The Dance Company itu.

Sebelumnya, dalam acara sambutan, pembina Green Smile Dadang Irawan berharap apa yang dilakukan Sobat Green di Pulau Pramuka diteruskan juga oleh penduduk setempat.

“Pertemuan kita bukan sekedar kebetulan, tapi takdir. Untuk bersama-sama membersihkan Kepulauan Seribu dari sampah-sampah. Kita juga mengingatkan agar masyarakat yang ada di darat untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena dampaknya besar sekali,” katanya.

Presiden FAST Kangmas Henry Christiadi mengapresiasi semangat Sobat Green semua dalam aksi besar Spirit of Thalasssa ini. FAST sebagai perkumpulan Alumni Universitas Telkom yang kini telah tersebar di berbagai negara dan bidang industri, menyadari bahwa disamping aktivitas yang berkaitan dengan keprofesian, FAST harus tetap “aware” dengan kondisi lingkungan yang terdekat dengan kita.

1380728_10151875365668498_1009485190_n

Kerjasama FAST dengan Green Smile yang sudah dimulai sejak awal tahun 2013. Kerjasama ini dilandasi dengan kesamaan semangat antara Kedua pihak yaitu berbakti kepada Ibu pertiwi tercinta. FAST menjalin kerjasama dengan Green Smile Karena Ingin berkontribusi Dalam upaya pelestarian lingkungan. Lebih lanjut lagi FAST ingin turut menyebarkan pesan positif bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat lingkungan agar bumi dapat terus tersenyum.

Keyakinan para Alumni yang bergabung di dalam FAST, Manusia sebagai penghuni bumi harus peduli dengan kondisi alam di sekitar tempat dia tinggal. Agar kesinambungan kehidupan dapat terus terjaga hingga jaman anak/cucu generasi saat ini.

Salam FAST untuk Indonesia!!

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2019 Forum Alumni Universitas Telkom

Log in with your credentials

Forgot your details?