Teluk Naga, 8 Juni 2013, FAST menyelenggarakan kegiatan bertema lingkungan bernama “Mangrove Fortress” yang berlokasi di Kampung Garapan, Desa Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah aksi penanaman 15.000 bibit pohon mangrove. Yang mana Mangrove merupakan pohon yang sangat bermanfaat bagi alam dan kehidupan manusia. Mangrove sebenarnya berfungsi sebagai BENTENG ALAMI untuk menahan laju air gelombang laut memasuki areal darat, mencegah abrasi pantai, mencegah intrusi air asin, dan bahkan dalam beberapa kasus hutan Mangrove turut mengurangi dampak gelombang tsunami. Maka dari itu, dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2013, FAST bersama Green Smile mengajak para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti IT Telkom, UI, Atma Jaya, London School, dan President University untuk bergabung dalam aksi penanaman bibit mangrove di Kampung Garapan Desa Tanjung Pasir.

9038_10151632563323498_1838019425_n

Areal Kampung Garapan, Desa Tanjung Pasir, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang yang dipilih sebagai tempat penanaman bibit mangrove merupakan salah satu daerah yang memberi contoh riil bahwa kerusakan alam dapat mempengaruhi kehidupan manusia sekitarnya. Dahulu Areal ini merupakan sebuah areal ekosistem hutan mangrove. Seiring perkembangan waktu, areal ini kemudian dikonversi menjadi sebuah areal pertambakan. Pemerintah melalui perhutani memberikan hak garap kepada masyarakat untuk mengelola lahan-lahan tersebut dengan syarat menyediakan sebagian lahan hijau di pertambakan tersebut. Sayang, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan, mendorong masyarakat untuk mengkonversi hutan mangrove secara total. Ratusan hektar hutan ekosistem mangrove kini akhirnya hilang. Dengan hilangnya ekosistem mangrove, muncul berbagai bencana ekologis. Salah satunya adalah Abrasi pantai yang menyebabkan hilangnya garis pantai hingga beberapa kilometer. Sebagai konsekuensinya, masyarakat akhirnya harus mengungsi akibat munculnya gelombang laut tinggi.

Bencana lainnya adalah instrusi air laut ke areal darat yang menyebabkan air di dalam tanah menjadi payau. Kini air tawar sangat sulit didapatkan oleh masyarakat setempat. Mereka terpaksa membeli air tawar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Tentu saja pada akhirnya hal ini mempegaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat di Kampung Garapan Desa Tanjung Pasir. Inilah bukti bahwa ketika alam rusak, maka manusia turut menaggung dampaknya

1004047_10151632563448498_1893849379_n

Melihat kondisi kerusakan lingkungan tersebut, FAST sebagai perkumpulan Alumni yang kini telah tersebar di berbagai negara dan bidang industri, juga terpanggil untuk terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan. Presiden FAST mengatakan “One tree at a time will keep your earth smiling”. Manusia sebagai penghuni bumi harus peduli dengan kondisi alam di sekitar tempat dia tinggal. Agar kesinambungan kehidupan dapat terus terjaga hingga jaman anak cucu di masa yang datang.

992998_10151632566943498_1052894558_n

Penanaman Bibit Mangrove menjadi lebih istimewa karena turut hadir Ariel NOAH, yang di awal acara menyanyikan lagu Terbangun Sendiri dan Menghapus Jejakmu di depan para peserta. Kemudian Ariel bersama-sama Presiden FAST Henry Christiadi terjun ke areal tambak untuk menanam bibit mangrove.

Salam FAST untuk Indonesia!!

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2017 Forum Alumni Universitas Telkom

Log in with your credentials

Forgot your details?