What we do in life, echoes in eternity. Apa yang kita lakukan dalam hidup ini, akan bergema di keabadian. Pernyataan Andrea Hirata dalam Novel Sang Pemimpi itu benar adanya. Apapun yang kita lakukan baik itu kebaikan maupun ketidakbaikan akan kembali kepada kita. Entah esok atau nanti, semua itu akan kita tuai dalam kehidupan kita.

Senior Enterprise Advisor at Better Work Indonesia (International Labour Organization), Olivia Krishanty membuktikan kebenaran pernyataan itu dalam kehidupannya. Meskipun latar belakang pendidikan Jurusan Teknik Informatika STT Telkom (sekarang Telkom University), tidak menghalanginya untuk berkiprah di luar dunia teknologi informasi.

“Saya sekarang bekerja di bidang perburuhan. Tentunya tidak sejalan dengan mata kuliah yang saya ambil Tapi ini sejalan dengan aktivitas saya di UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) KAPAS. Di KAPAS kami sering berdiskusi tentang filsafat dan pergerakan buruh. Jujur saya akui, ruang-ruang diskusi dan pengalaman di STT Telkom dulu sangat membantu dalam memperoleh pekerjaan saat ini,” ungkapnya.

Olivia mulai bergabung dengan ILO yang merupakan sebuah badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sejak tahun 2012. Lama berkiprah di dunia perburuhan bukan berarti lulusan STT Telkom tahun 2003 ini sama sekali tidak pernah menerapkan keilmuan Teknik informatikanya. Di awal-awal karir Olivia pernah menjadi IT Staff di MNC Group tepatnya di MNC Finance.

Ketika mulai berkarir sebagai IT Staff, menurut dia, pelatihan di lab maupun kegiatan yang dilakukan selama menjadi mahasiswa sangat aplikatif sehingga membuatnya mampu mengerjakan tugas dengan baik. Di MNC Finance, yang kala itu mempunya lima cabang, Olivia mengaplikasikan ilmunya untuk membuat system komunikasi berbasis web sehingga mampu menekan biaya operasional bulanan.

“Semua hanya dengan bermodalkan keahlian yang diasah di lab-lab Fakultas Teknik Informatika,” timpalnya.

Akhir tahun 2004, Olivia membuat keputusan besar dalam hidupnya dengan mengubah haluan dari IT Staff kemudian menjalani pekerjaan sebagai auditor kepatuhan dan konsultan untuk pemasok dan pabrik Walmart di Asia Tenggara termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Selain itu, dia juga memberikan pelatihan tentang standar-standar code of conduct Walmart di negara-negara tersebut untuk perusahaan-perusahaan supplier Walmart di Asia Tenggara.

Hingga pertengahan April 2012, Olivia berkiprah di Walmart dengan posisi terakhir sebagai Ethical Sourcing Supplier Development Manager. Pencapaiannya itu tidak terlepas dari budaya kerja keras, teamwork  dan kerja smart yang dibiasakan sejak kuliah di STT Telkom (sekarang Telkom University).

Tidak butuh waktu lama untuknya memperoleh kembali pekerjaan karena sebulan kemudian tepatnya Mei 2012 Olivia mulai bergabung dengan ILO sebagai UN Staff di Project Better Work Indonesia (BWI). Selama lima tahun terakhir, dia membangun relasi dengan para Brands melalui kunjungan langsung ke kantor mereka baik di Indonesia maupun di Asia Pasific – Hongkong dan Korea. Kemudian dia melakukan presentasi mengenai keadaan ketenagakerjaan di Indonesia dengan mengolah data dari ILO dan media-media, di meeting-meeting di Indonesia dan Asia Pasifik.

“Sejak 2015, saya menjabat sebagai Enterprise Advisor Team Leader di BWI untuk area kerja DKI Jakarta. Kami bekerjasama dengan lebih dari 200 perusahaan garment yang memasok ke 35 brand Internasional. Kerjasama tersebut termasuk membantu perusahaan manufaktur garmen untuk meningkatkan kepatuhan terhadap hukum ketenagakerjaan di Indonesia dan konvensi ILO melalui kegiatan penilaian, pendampingan, dan pelatihan kepada buruh garmen, dan manajemen perusahaan,” beber Olivia.

Menurut dia, untuk bisa sukses di dunia kerja, baik para alumni Telkom University harus berani memberikan pendapat jika diminta. Kemampuan Public Speaking perlu terus diasah dan para alumni juga seyogyanya menguasai cara menyampaikan suatu ide secara meyakinkan kepada higher authority. Dan yang paling penting adalah menjaga sikap profesional dalam menjalankan tugas-tugas dan mempunyai integritas tinggi.

Agar konsisten menghasilkan kualitas lulusan yang sukses di dunia kerja, Telkom University menurut dia, hendaknya memberi lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk bereksperimen. Dan perbanyak ruang untuk mahasiswa mempresentasikan karya dan eksperimen mereka, serta berdebat untuk mempertahankan ide.

Olivia berharap generasi masa depan Telkom University dikenal sebagai orang-orang yang inovatif, think outside of the box, dan tidak takut untuk bereksperimen.

“Maka dari itu, expand your comfort zone. Saya selalu berusaha untuk menjawab tantangan dan masalah dengan sebaik-baiknya, semampu saya. Jangan cepat puas dengan keahlian yang dimiliki. Teruslah belajar. Kata Steve Jobs: Stay hungry, Stay foolish.  If you’rehungryand ‘foolish,’ you are willing to learn. Dengan kata lain, selalu tetap rendah hati. Stay humble,” tutupnya.

#FAST4Indonesia
#LebihDekatLebihManfaat
#AlumniStories

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2017 Forum Alumni Universitas Telkom

Log in with your credentials

Forgot your details?