Gagal hanya terjadi jika kita menyerah. Ungkapan Mantan Presiden RI B.J. Habibie tersebut mengandung makna bahwa orang akan mencapai keberhasilan setelah melalui mengalami fase-fase perjuangan yang sarat dengan kegagalan. Untuk mencapai sukses, kita harus bangkit dari setiap kegagalan yang menghinggapi usaha kita, mencoba lagi dengan lebih keras dan cerdas.

Ratu Aghnia Fadilah membuktikan kalau kegagalan demi kegagalan yang pernah dilewati hanyalah dinamika kehidupan untuk mencapai kesuksesan. CEO Gloftech ini menolak menyerah pada kegagalan dan menunjukkan kegigihan untuk membangun bisnis di bidang IT dan infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Perempuan kelahiran Bandung 23 tahun lalu itu jatuh bangun membangun bisnis bahkan sempat mengalami kegagalan total sampai perusahaan pertamanya yakni PT. Cipta Sarana Network harus gulung tikar. Sempat dia bergabung dengan sejumlah perusahaan untuk bekerja dengan masing-masing bidang yang berbeda.

Pekerjaan yang diambil saat itu dimanfaatkan untuk mempelajari seluk beluk bisnis mulai dari skema bisnis, budaya bekerja sampai teknik dan apa pentingnya goals dari sebuah perusahaan pada bidang yang digelutinya. Setelah menemukan hal-hal baru dan saling keterkaitannya antar bidang usaha barulah Ratu melangkah untuk mendirikan perusahaan baru yaitu PT. Global Future Technologies alias Gloftech.

Ratu yang senang bermusik itu menceritakan, proses perjuangan membangun bisnis tidak mudah, banyak yang harus dikorbankan dari mulai waktu, tenaga, pikiran, hingga biaya. Di saat kawan-kawan seusianya menikmati masa muda dengan bermain atau hal lainnya, dia malah sedang berjuang keras untuk membangun bisnis. Semua itu dilakukan karena dia meyakini bahwa semua yang sudah dikorbankan tersebut hanya akan jadi cerita bayangan senyum saat mencapai keberhasilan.

Untuk ukuran pengusaha, usianya saat merintis bisnis terbilang cukup muda dan tidak ditunjang dengan dana yang cukup. Kondisi tersebut membuatnya harus bolak-balik mencari investor yang banyak dan tidak terhitung berapa kali dia ditolak. Ratu terus mencari celah untuk meyakinkan investor agar mau memberikan modal untuk mendirikan perusahaan.

Dengan segala kegigihan, akhirnya perusahaannya mampu berdiri. Namun perjuangan belum usai, sebaliknya, saat itu juga perjalanan baru dimulai. Tidak sedikit pengalaman naik turun sampai kehabisan dana berbulan-bulan namun tetap struggle karena dia pun yakin bahwa orang sukses tidak diperoleh dengan instan banyak tantangan banyak rintangan.

Ratu tidak pernah takut gagal ataupun takut rugi, dari kegagalan demi kegagalan yang selalu dihadapi membuatnya semakin sadar bahwa apapun impian pasti ada tantangannya, dan setiap berhasil melalui kegagalan, dia semakin mengetahui bahwa setiap kegagalan pasti selalu ada jalan untuk melewatinya.

“Saat ini Gloftech sudah bekerja sama dengan beberapa instansi pemerintah, BUMN maupun perusahaan swasta untuk service di bidang IT dan Infrastruktur jaringan. Kami tidak berhenti riset dan saat ini sedang proses membuka beberapa cabang office untuk mendirikan Gloftech Academy sebagai sarana belajar IT yang dibutuhkan di industri,” ungkapnya kepada Tim FAST Stories, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Ratu menjelaskan, saat ini dia dibantu sekitar 30 tenaga ahli yang terlibat pada berbagai project. Mereka terus meng-upgrade diri dengan berbagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kreativitas dalam bekerja. Dia berkeyakinan bahwa pada dasarnya bekerja harus professional dan menghasilkan sesuatu yang dapat digunakan dengan baik karena ada nilai dan kualitas.

“Oleh karena itu, sangat penting bagi kami yang berwirausaha untuk selalu meningkatkan human capital development dalam internal kami sendiri. Karena perusahaan dengan sistem yang baik akan menghasilkan pekerjaan yang baik juga,” sambung lulusan Telkom University Jurusan Manajemen Informatika itu.

Dia mengaku, semua perjuangan yang dilakukan selama ini tidak terlepas dari perannya sebagai anak pertama dengan kondisi orang tua yang berpisah. Hal ini membuatnya harus bekerja keras untuk bisa berhasil, karena dia tidak suka mendengar kata broken home. Diapun bertekad harus membuktikan bahwa dia bukanlah anak broken home yang dengan kondisi orang tua berpisah.

Kerja keras dan tekadnya tersebut akhirnya berbuah hasil. Karena selain berbagai project yang saat ini sedang dijalani, beberapa penghargaan berhasil didapatkan seperti Black Innovation 2016 pada product IoT yakni Lemuria Smart Waste Collections.

“Untuk perusahaan, kami sempat terpilih di anugerah citra jadi Best IT Company 2017, karena kami perusahaan yang cukup baru dengan beberapa pencapaian yang sudah kami raih,” timpalnya.

Pada saat menjalani perkuliahan di Telkom University, Ratu bercerita, dia memperoleh pembelajaran yang sangat menunjang dalam bisnisnya. Sekalipun tidak mempelajari aspek bisnis secara langsung, tapi dia memahami bahwa tidak ada yang bisa diolah menjadi bisnis jika kita tidak mengetahui seluk beluk produk bisnis yang dijalani saat ini.

Tidak hanya itu, aktivitas di luar kelas juga memiliki manfaat lain. Dulu dia mengikuti organisasi UKM band untuk menjalankan hobi yang positif dan pentingnya berorganisasi untuk bersosial. Di sela-sela kuliah dan sibuk dengan aktivitas di organisasi, dia pun mulai meluangkan waktu untuk terus mempelajari skema-skema bisnis dari mulai yang kecil-kecil seperti dagang dan lain-lain untuk terus belajar dan belajar.

“Almamater Tel-U (Telkom University) berjasa menjadikan saya seperti saat ini. Selama kuliah di Telkom saya banyak belajar arti usaha yang sebenarnya. Dengan kuliah yang tidak bisa dibilang mudah juga tidak sedikit membuat saya mengeluh dan tidak sedikit juga saya sadar dari jalan yang susah tersebut saya semakin bisa dan banyak belajar. Selain itu juga kerennya di Telkom untuk kegiatan-kegiatan mahasiswa didukung penuh sehingga tidak mengurangi kreativitas mahasiswa,” tuturnya.

Diapun berharap agar alumni Telkom University untuk tidak mudah mengeluh. Kalaupun terpaksa, setiap keluhan tersebut jadikan semangat untuk meraih sesuatu yang lebih baik lagi. Untuk yang bekerja, Ratu berpesan untuk tidak menyia-nyiakan pekerjaan, karena kualitas ditentukan oleh hasil pekerjaan. Tidak ketinggalan untuk yang sedang berbisnis, dia berpesan agar memandang kegagalan bukanlah akhir dari semuanya semakin kita terpuruk semakin kita harus merasa tertantang untuk bisa bersaing dengan mereka yang menurut kita lebih sukses dari bisnis yang dilakoni.

“Harapan bagi FAST, semoga semakin sukses dalam segala hal. Tentunya untuk bisa memberikan wadah para alumni Telkom University agar bisa berkreasi dan mempererat tali kekeluargaan. Saling memberikan informasi yang bermanfaat untuk yang bekerja maupun berbisnis untuk karir alumni Telkom yang semakin baik,” bebernya.

Tidak ketinggalan, Ratu pun berpesan kepada mahasiswa Telkom University agar tidak mudah menyerah. Jika memiliki impian, apapun itu, mulailah dari sekarang karena jika tidak sekarang kapan lagi harus belajar untuk tahu bagaimana cara meraihnya.

“Sebagai mahasiswa Tel-U adalah awal yang baik untuk anda belajar mencari tahu mana titik celah Anda bisa meraih kesuksesan. Oleh karena itu, pelajari sebaik-baiknya apapun yang bisa Anda pelari bukan untuk orang lain, bukan untuk orang tua apapun yang Anda pelajari tidak lain hanya untuk diri anda sendiri. Dan keberhasilan Anda, barulah bisa dinikmati bersama orang tua maupun orang lain di sekitar Anda,” tutupnya.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2017 Forum Alumni Universitas Telkom

Log in with your credentials

Forgot your details?