KEGIATAN FAST RAMADHAN SHARING

Menggali Inspirasi Melalui FAST Ramadan Sharing

Inspirasi bisa datang dari mana saja, kapan saja, dan siapa saja. Menurut Rektor Telkom University (Tel-U), Prof Adiwijaya, inspirasi merupakan motivasi paling luar biasa yang dapat mengembangkan diri seseorang untuk berkontribusi. Hal ini disampaikannya dalam edisi perdana FAST Ramadan Sharing, Jumat (24/4/2020).

“Ramadan sharing bisa menjadi forum silaturahmi untuk saling menginspirasi,” sebutnya. Untuk diketahui, FAST Ramadan Sharing merupakan program bincang-bincang secara virtual yang digagas bersama antara Tel-U dan FAST sebagai wadah alumni. Program ini kisah inspiratif para alumni dari dalam dan luar negeri di berbagai negara. Hadir setiap sore hari menuju waktu buka puasa selama bulan Ramadan tahun 1441 H.

“Engagement dengan alumni penting, karena kekuatan terbesar sebuah perguruan tinggi salah satunya dari alumni. Melalui forum semacam ini para alumni bisa berbagi bagaimana bisa adaptif, pengembangan apa yang diperlukan ke depan, dan mereka tahu persis di lapangan seperti apa,” tutur Prof Adi.

Hadirnya program ini, lanjutnya, sejalan dengan visi universitas yang berkomitmen mendorong mahasiswa agar memiliki wawasan luas. Bahkan Tel-U memiliki program yang mendorong mahasiswa untuk merasakan international environment sehingga ketika masuk ke negara lain baik untuk melanjutkan pendidikan maupun bekerja tidak kesulitan untuk beradaptasi.

Di samping itu, pihak Tel-U juga mengarahkan mahasiswa untuk tidak hanya berpikiran mencari kerja setelah lulus melainkan bagaimana caranya membuka lapangan pekerjaan. Sejauh ini sudah banyak inisiatif yang berhasil membuat start up. Salah satunya adalah lulusan tahun 2015 yang omzetnya mencapai Rp11 Milyar per tahun.

“Keberhasilan itu tidak terlepas dari dorongan FAST sebagai wadah alumni yang meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Belum lagi diperkuat dengan kehadiran Bandung Techno Park. Intinya kebersamaan civitas dan dorongan alumni saling memperkuat. Manfaatnya tidak hanya bagi Tel-U itu sendiri melainkan lebih jauhnya untuk bangsa ini,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Karir, Alumni, dan Endowment Tel-U, Ahmad Tri Hanuranto mengemukakan bahwa sepakat pada pendapat bahwa pilar utama yang dapat turut membesarkan Tel-U adalah alumni.

“Alumni hebat akan memberikan kontribusi membuat Tel-U makin hebat. Tel-U makin hebat akan menghasilkan alumni yang terus makin hebat. Sehingga kampus makin kuat, makin besar, dan makin cepat,” kata pria yang akrab dipanggil AT itu.

Sementara itu, Presiden FAST, Ahmad Nugraha menyebutkan bahwa setelah bergabungnya empat kampus yakni Institut Teknologi Telkom, Institut Manajemen Telkom, Politeknik Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni dan Desain Indonesia Telkom, terdapat sekitar 52.000 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan dunia dengan beragam profesi dan pengabdian.

“FAST Ramadan Sharing menghadirkan alumni inspiratif untuk diikuti dan dilampaui jejaknya terutama rekan di luar negeri. Sudah ada lebih dari 400 alumni kita di lebih 40 negara yang berkiprah di sana. Program ini ingin menggali cerita alumni bagaimana hikmah ramadan di negara yang sekarang ditinggali, proses mencapai karir, belajar menghadapi Covid-19 dari para alumni di luar negeri. Ini bisa jadi bermanfaat untuk belajar bersama sebagai bentuk giving and contribute to our campus and our society.” beber Ahmad.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebetulnya organisasi alumni dihadapkan pada satu kondisi dimana bentuk kontribusi bisa bersifat material, keilmuan, maupun perhatian. Berdasarkan data yang dimiliki FAST, profil alumni Tel-U yang sudah mencapai posisi high level mungkin baru sekitar 1- 2%. Selebihnya masih pada stage climbing di masing-masing bidang.

“Fokus di kepengurusan kami pada berkontribusi lebih banyak untuk kampus. Saya lihat hampir tiap minggu saat sebelum Covid-19 ada saja alumni yang kembali ke kampus untuk berbagi dan berkontribusi dengan caranya masing-masing,” kata pria yang berprofesi di bidang Information Technology, Telecommunication, Intelligent Transportation Systems (ITS) itu.

Menurut Ahmad, setiap lulusan Tel-U secara otomatis menjadi keluarga besar FAST kendati ada yang memilih menjadi anggota aktif maupun pasif. Meskipun begitu, dirinya lebih tertarik kepada bagaimana setiap alumni dapat berkontribusi besar terhadap kampusnya. Pasalnya, FAST merupakan sebuah organisasi berbasiskan kesadaran berkontribusi.

“Seharusnya kontribusi itu harus datang dari internal sendiri,” timpalnya. Sebagai informasi, kepengurusan FAST didistribusikan ke dalam berbagai klaster seperti FAST BUMN, FAST region, FAST overseas. Hal itu bertujuan supaya masing-masing anggota dapat berkegiatan yang saling berbagi benefit di lingkungan terdekatnya, saling berlomba kepada kebaikan,” tutupnya.

Dimas Putra

Dimas Putra

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait