Makin Seru, Perang Tarif (Promosi) Murah

Menyambut Idul Fitri 1428 Hijriah, Telkomsel membuat terobosan baru. Melalui program bertajuk Simpati TalkMania, Telkomsel menawarkan paket komunikasi hemat. Melalui program ini, dengan biaya Rp 25 ribu pelanggan bisa menikmati komunikasi dengan sesama pelanggan Telkomsel hingga 15 jam nonstop dari pukul 07.00-22.00.

Menyambut Idul Fitri 1428 Hijriah, Telkomsel membuat terobosan baru. Melalui program bertajuk Simpati TalkMania, Telkomsel menawarkan paket komunikasi hemat. Melalui program ini, dengan biaya Rp 25 ribu pelanggan bisa menikmati komunikasi dengan sesama pelanggan Telkomsel hingga 15 jam nonstop dari pukul 07.00-22.00.

VP Marketing dan CRM Telkomsel, Hendri Mulya Syam menyebut program baru sebagai solusi komunikasi hemat saat Idul Fitri. ”Menjelang, sebelum dan sesudah Idul Fitri trafik komunikasi mengalami peningkatan, karena banyak pelanggan yang menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga, kerabat maupun koleganya,” ujar Hendri disela peluncuran layanan ini, pekan lalu di Jakarta.

Tingginya frekuensi komunikasi menyebabkan biaya komunikasi mengalami peningkatan. Guna meringankan beban pelanggan, Telkomsel menawarkan solusi hemat berkomunikasi melalui Simpati TalkMania. Hendri melukiskan dari sisi tarif, program baru tergolong paling murah untuk saat ini. ”Kalau dihitung-hitung, tarif per detik nggak sampai Rp 1,- Hanya Rp 0,46 rupiah. Ini kalau pelanggan menggunakan 15 jam penuh,” ujar Hendri kemudian.

Dia menambahkan apakah selama 15 jam pelanggan menggunakan tanpa putus, atau dipakai dengan inteval waktu tertentu, diserahkan sepenuhnya kepada pelanggan. ”Tak terbatas pada komunikasi lokal antar sesama pelanggan, program ini juga bisa digunakan untuk percakapan antar wilayah (interlokal) sesama pelanggan Telkomsel,” kata Hendri.

Ia optimis bahwa layanan ini akan mendapatkan respon positif. Namun untuk menjaga kenyamanan komunikasi pelanggan, pihaknya membatasi hanya 100 ribu pelanggan pertama yang bisa menikmati layanan ini. Ihwal pembatasan pelanggan yang bisa menikmati layanan ini, berkilah bahwa pihaknya harus memperhatikan trafik dan kapasitas. Sekalipun secara teknis jaringan yang dimiliki Telkomsel mampu mengcover trafik lebih dari 100 ribu, pihaknya memilih angka 100 ribu agar kualitas layanan tetap terjaga.

”Apa artinya program tarif murah, kalau program ini tidak memberikan kenyamanan kepada pelanggan, tetapi justru sebaliknya, merepotkan,” ujar Hendri. Dibandingkan dengan sekitar 22 juta pelanggan Simpati saat ini, alokasi sebanyak 100 ribu memang relatif masih kecil. Selain program TalkMania, pelanggan Simpati juga bisa menikmati bonus bicara dan SMS hingga 31 Januari 2008 dan bisa dimanfaatkan antara pukul 10 malam hingga pukul 10 pagi. ”Bonus tidak akan hangus bila tidak digunakan pada hari itu,” kata Hendri.

TalkMania makin meramaikan program tarif (promosi) murah yang diluncurkan kalangan operator. Juli lalu, Exelcomindo Pratama merilis program Rp 1 per detik untuk percakapan sesama pelanggan XL. Paket yang sebelumnya dikembangkan untuk pelanggan prabayar bebas, belakangan juga dikembangkan untuk layanan lain, seperti Xplor.

Namun, tarif Rp 1 per detik ini baru bisa dinikmati pelanggan setelah detik ke 121. Maksudnya, tarif ini berlaku setelah pelanggan melakukan komunikasi dua menit atau 120 detik. Pada detik 121 dan seterusnya, mereka cukup membayar Rp 1 per detik, sementara detik pertama hingga 120 berlaku tarif normal.

Tarif murah XL, rupanya menarik perhatian pelanggan. Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi melukiskan bahwa tarif Rp 1 per detik sangat diminati pelanggan bebas. ”Terjadi pertumbuhan pelanggan yang signifikan sejak diluncurkan layanan ini,” kata Hasnul di Jakarta, pertengahan September lalu. Dalam waktu sekitar dua bulan, pelanggan XL tumbuh sekitar 1 juta.

Hasnul menyebut pelanggan yang menikmati tarif murah ini mayoritas adalah pelanggan bebas. ”Banyak pelanggan Xplor juga menikmati tarif murah, sehingga pelanggan Xplor juga mengalami pertumbuhan yang menggembirakan,” kata Hasnul. Dengan perkembangan positif tadi, Hasnul optimis pada akhir 2007, target pelanggan baru sebanyak 13,5 juta akan tercapai.

Tarif murah memang menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya XL yang merasa diuntungkan dengan promosi tarif murah, Bakrie Telecom juga mencatat pertumbuhan signifikan dengan promosi murah untuk produk esia, wimode maupun wifone. Apalagi, Bakrie Telecom juga melakukan penjualan secara paket dengan terminal yang juga murah.

Tak sekadar menawarkan tarif murah, Bakrie Telecom bahkan tidak mengutip biaya apapun, untuk percakapan (lokal) maupun SMS antar pelanggan di daerah yang baru dikembangkan. Pelanggan yang menikmati layanan ‘bebas pulsa’ antara lain pelanggan Bakrie Telecom di Padang. Pekan lalu, Bakrie memperluas layanan baru di kota ini. Strategi Bakrie, rupanya berhasil. Wakil Direktur Utama BTel, Dany Buldansyah melukiskan dalam waktu dua minggu, pihaknya berhasil menjual 100 ribu nomor perdana baru di enam kota. Ia optimis sukses yang sama akan diraih di kota lain, seperti Padang.

Yang masih belum ketahuan hasilnya adalah tarif murah 3 (Three). Pertengahan September lalu 3 merilis struktur tarif baru bertajuk tarif ‘1/2 (setengah) harga’ yang berlaku untuk panggilan voice dan SMS. Untuk panggilan antar 3, Rp 75 per menit. Panggilan lokal ke operator lain Rp 500 per menit, dan panggilan interlokal ke operator lain Rp 1.000 per menit. Selain itu, 3 juga memberlakukan tarif promosi untuk SMS, yaitu SMS gratis antar 3 dan Rp 100/SMS untuk SMS ke operator lain yang berlaku hingga akhir Oktober 2007.

Sebelumnya 3 memberlakukan promosi isi ulang 3x lipat. Maksudnya, setiap isi ulang 10 akan mendapatkan pulsa senilai 30. Hanya saja, penggunaan pulsa dipilah-pilah. 10 untuk komunikasi bebas, 15 untuk komunikasi sesama 3 dan 5 untuk SMS sesama 3. Untuk program ini, 3 mengutip tarif antar 3 Rp 150 per menit, antaroperator lokal Rp 1.000 per menit sedangkan untuk interlokal Rp 2000 per menit.

Manager Product Marketing 3, Imam Haryono menyebut struktur tarif baru cocok untuk pelanggan yang sering melakukan panggilan lintas operator. ”Karena, tarifnya yang murah,” kata Imam. Sementara struktur tarif beli 1 dapat bonus 3x lipat, lebih sesuai digunakan untuk komunitas sesama 3. ”Kami memberikan pilihan bagi para pelanggan 3 untuk memilih dua struktur tarif sesuai dengan kebutuhan. Tak ada niat kami untuk membuat pelanggan merasa bingung dengan struktur tarif yang digunakan oleh 3,” ungkap Chief of Marketing Officer 3, Suresh Reddy. Belum diketahui, apakah tarif murah yang ditawarkan 3 direspon signifikan pelanggan seluler.

Yang jelas, tarif (promosi) murah untuk komunikasi antarsesama pelanggan, akan terus akan bergulir. Pasalnya, belum ada regulasi yang mengatur mengenai tarif antarpelanggan. Regulasi yang ada baru mengatur tarif antaroperator. Untuk tarif antaroperator sendiri tidak secara spesifik diatur mengenai batas atas dan batas bawah.

Ahmad Nugraha R

Ahmad Nugraha R

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait